BANDUNG 21/12/2011 – Sidang lanjutan kasus pembantaian satu keluarga di Jalan Raya Banjaran, Kampung Pengkolan Leutik, Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung yang digelar di Pengadilan Negeri Bale Bandung (PNBB) di Baleendah, kembali ricuh. Keluarga korban tak kuasa menahani emosi dan hendak menyerang terdakwa Asep Dudung Budiman,31, yang dikenal dengan julukan “Jagal Banjaran”.

Ketika Asep usai menjalani persidangan dan digiring petugas kepolisian ke mobil tahanan, sejumlah anggota keluarga korban yang tak kuasa memendam amarah, hendak menyerang terdakwa. Beruntung berkat kesigapan petugas, aksi main hakim sendiri ini bisa dicegah. Namun tak urung aksi saling dorong antara keluarga korban dengan petugas pun tak terelakan. Keluarga korban akhirnya melampiaskan kekesalannya dengan kata-kata sumpah serapah kepada terdakwa Asep.

Pada agenda sidang yang mendengarkan keterangan sejumlah saksi ini, terdakwa Asep hanya diam membisu. Kepalanya lebih banyak menunduk dengan sorot mata yang redup. Salah seorang saksi, Yudi,30, mengaku, ia menjadi calo penjualan mobil Suzuki Karimun milik korban yang dibawa kabur oleh terdakwa. “Tapi saya semdoro tidak tahu kalau itu mobil hasil curian,” kata Yudi di depan majelis hakim yang diketuai Mangatas Manulang SH itu, Rabu (21/12).

Menurut jaksa penuntut umum (JPU) Gusparli SH, terdakwa terbukti melakukan perencanaan pembunuhan terhadap Apo Sumarna (65), Lilis alias Euis (55), istri Apo dan Kesya (4), cucunya pada 26 Juli 2011. Terdakwa dijerat Pasal 340, 339 atau 365, dan 480 jo pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). “Saksi yang kami ajukan sebanyak 12 orang. Berkas perkara sudah sangat cukup untuk menjerat terdakwa dengan hukuman mati,” tandas Gusparli kepada wartawan, kemarin. Gusparli  mengatakan hingga kini sudah empat saksi yang dimintai keterangan di persidangan dan sidang dilanjutkan Rabu pekan depandengan agenda keterangan saksi ahli.

Sebelumnya diberitakan, satu keluarga ditemukan tewas di ruang depan rumah di kawasan Jalan Raya Banjaran atau sering disebut kawasan Pangkolan Kabupaten Bandung, Jumat (29/7) sekitar pukul 17.00. Korban yang diperkirakan telah tewas beberapa hari sebelumnya itu masing-masing pasangan kakek-nenek yang dikenal dengan sebutan keluarga Haji Apo serta seorang cucunya.

About Administrator Law

FW Law firm offers integrated legal services to individual and corporate client.

Comments are closed.