Pertanyaan :

Dear Hukumonline, Saya mau menanyakan, adakah KUHP yang mengatur tentang, jika tetangga di belakang rumah kita merusak/memaku ketembok kita yang mengakibatkan tembok rumah kita pecah dan retak? Terimakasih.

SABRI123

Jawaban :

Tri Jata Ayu Pramesti

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Sebelumnya, kami kurang mendapat informasi dari Anda apakah perbuatan tetangga Anda yang memaku tembok rumah Anda hingga rusak itu dilakukan secara sengaja dengan maksud untuk merusak atau tidak.

Dari sisi hukum pidana, perbuatan merusak seperti itu diatur dalam Pasal 200 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”):

“Barang siapa dengan sengaja menghancurkan atau merusak gedung atau bangunan diancam:

1.    dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang;

2.    dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain;

3.    dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain dan mengakibatkan orang mati.”

Mengenai pasal ini, R. Soesilo dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, menjelaskan bahwa supaya dapat dihukum, maka perbuatan ini harus dilakukan dengan “sengaja” dan harus mendatangkan akibat-akibat sebagaimana terdapat dalam Pasal 200 angka 1 – angka 3 KUHP.

Kami kurang mendapat informasi dari Anda apakah perbuatan tetangga Anda yang merusak tembok rumah Anda menimbulkan bahaya atau tidak. Akan tetapi, jika perbuatan tetangga Anda yang memaku tembok rumah Anda hingga rusak/retak dilakukan dengan sengaja dan menimbulkan bahaya-bahaya yang disebut di atas, maka tetangga Anda dapat diacam pidana sesuai dengan Pasal 200 KUHP.

Akan tetapi, jika ternyata perbuatan memaku tembok hingga rusak/retak Anda itu dilakukan dengan tidak sengaja, kurang hati-hati, atau alpa maka ancaman pidananya terdapat dalam Pasal 201 KUHP:

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan gedung atau bangunan dihancurkan atau dirusak, diancam:

1.    dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana kurungan paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika perbuatan itu menimbulkan bahaya umum bagi barang;

2.    dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika perbuatan itu menimbulkan bahaya bagi nyawa orang;

3.    dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana kurungan paling lama satu tahun jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati.”

Contoh kasus dapat kita temui dalam Putusan Mahkamah Agung No.249 K / Pid / 2009. Dalam persidangan terungkap fakta bahwa terdakwa melakukan pengrusakan dengan memukul-mukul tembok rumah korban hingga rusak dan hancur. Atas perbuatannya ini, terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menghancurkan atau merusak Gedung atau bangunan yang dapat mendatangkan bahaya umum bagi barang sebagaimana yang terdapat dalam Pasal 200 ke-1 KUHP.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar hukum:

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht) Staatsblad Nomor 732 Tahun 1915

Referensi:

R. Soesilo. 1991. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. Politeia: Bogor.

Putusan:

Putusan Mahkamah Agung No.249 K / Pid / 2009.

About Administrator Law

FW Law firm offers integrated legal services to individual and corporate client.

Comments are closed.