Pertanyaan

Banyak website dan lapak-lapak online yang menjual baju, tas, batik, stiker, dan lain-lain yang mana barang tersebut menggunakan logo klub sepak bola? Apakah hal seperti itu melanggar hukum paten atau royalti? Terima kasih.

kinghijau


 Jawaban

Terima kasih atas pertanyaan

Pertama-tama perlu saya luruskan disini, mungkin maksud Anda adalah melanggar hukum merek maupun hak cipta karena hukum paten yang Anda sebutkan sangat keluar dari konteks perlindungan terkait dengan pertanyaan Anda.

Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 1Undang-Undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten menyebutkan :

“Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya”

Jadi pada intinya, paten itu lebih bersifat pada perlindungan inventor dan invensinya di bidang teknologi. Beda halnya dengan pertanyaan Anda, yang menitikberatkan terkait dengan lambang maupun logo sepak bola yang menurut saya lebih kepada merek maupun hak cipta.

Selanjutnya terkait dengan pertanyaan Anda,dapat kita lihat terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan merek. Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek (“UU Merek”) menyebutkan :

Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasidari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.

Kemudian Pasal 3 UU Merek menyebutkan:

Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya.”

Dapat dikatakan maksud dari kedua pasal tersebut adalah merek yang telah didaftarkan oleh pemiliknya telah mempunyai hak kepemilikan yang mana hak tersebut adalah hak monopoli untuk menggunakannya maupun memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya.

Terkait dengan pertanyaan yang Anda tentang fasilitas online yang menjual berbagai jenis barang dengan logo maupun brand tim sepak bola dunia, menurut saya dapat dikatakan sebagai pelanggaran dan juga dapat dikatakan bukan sebagai pelanggaran.

Dapat dikatakan sebagai suatu bentuk pelanggaran bila fasilitas online tersebut tidak/belum memperoleh izin penggunaan logo maupun nama dari pemilik logo sepak bola (lisensi) tersebut yang telah terdaftar (lihat website Dirjen HKI). Dan dapat dikatakan sebagai bukan sebuah bentuk pelanggaran apabila fasilitas online yang dimaksud telah memperoleh izin (lisensi) dalam hal untuk memproduksi dan memperbanyak serta memakai merek dari si pemilik merek yang telah terdaftarLebih jauh untuk mengetahui tentang pengalihan hak atas merek dapat dilihat pada Pasal 40 UU Merek.

Bentuk pelanggaran yang dimaksudkan di atas dapat dikatagorikan sebagai bentuk pelanggaran pidana sebagai yang telah diatur secara jelas pada ketentuan Pasal 90 UU Merek yang menyebutkan:

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada keseluruhannya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Kemudian Pasal 91 UU Merek menyebutkan:

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada pokoknya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).”

Dan selanjutnya Pasal 94 ayat (1) UU Merek menyebutkan:

Barangsiapa memperdagangkan barang dan/atau jasa yang diketahui atau patut diketahui bahwa barang dan/atau jasa tersebut merupakan hasil pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90, Pasal 91, Pasal 92, dan Pasal 93 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).”

Kemudian terkait dengan hak cipta; sebuah logo tim sepak bola merupakan bagian dari hak cipta dimana hal tersebut telah jelas diatur dalam ketentuan Pasal 12 Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”), yang mana perlindungan tersebut bersifat otomatis semenjak hasil ciptaan tersebut diciptakan/diumumkan dan tidak mensyaratkan untuk dilakukannya pendaftaran (Pasal 2 ayat (1) UU Hak Cipta).

Oleh karena itu penggunaan logo tim sepak bola dalam fasilitas online harus dan wajib untuk memperoleh ijin dari Pencipta sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap hak-haknya, baik itu hak moral maupun hak ekonomi (dapat dilihat pada penjelasan UU Hak Cipta Bagian Umum).

Pelangaran terkait dengan hal ini dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana yang telah disebutkan dan diatur dalam ketentuan Pasal 72 dan Pasal 73 UU Hak Cipta.

Demikian Penjelasan saya, semoga bermanfaat.

Dasar Hukum:

1.    Undang-Undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten;

2.    Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek;

3.    Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.

About Administrator Law

FW Law firm offers integrated legal services to individual and corporate client.

Comments are closed.